Sangkep MAS Bini Bahas Stunting, Literasi, & Parenting: Perlu Revolusi Kebudayaan Sasak

MAS Bini sukses berkumpul, tandai persiapan pendirian kelembagaannya

(Sabtu, 5/02/2022) Organisasi sayap Majelis Adat Sasak, MAS Bini sebagai perkumpulan perempuan Sasak berkumpul di Golong, Lombok Barat. Acara yang dirumuskan pada kegiatan Refleksi & Resolusi Akhir Tahun MAS akhir Desember 2021 silam akhirnya terlaksana dengan sukse. Puluhan perempuan Sasak yang berasal dari beragam latar belakang berkumpul untuk menyuarakan eksistensinya dalam membangun peradaban Sasak.

Pemucuk Wali Paer MAS, Prof. Ir. H. Mansur Ma’shum, Ph.D. menghadiri Sangkep Bini MAS

Hj. Baiq Isvie Rupaeda, S.H., M.H. yang juga Ketua DPRD NTB, menjadi ruan rumah sekaligus memberikan arah gerakan kesadaran perempuan Sasak dalam pembangunan sosial kemasyarakatan. Dalam pidatonya, politisi yang memimpin legislator di Udayana itu mengajak perempuan Sasak untuk bangkit demi generasi Sasak ke depan. Beliau menyoroti bahwa masih banyak hal-hal di tengah masyarakat Sasak yang perlu disesuaikan agar menguatkan eksistensi kaum perempuan. Hal ini bermula dari lingkup keluarga, tegasnya. Tokoh perempuan asal Lombok Timur ini menegaskan bahwa baik buruknya sumber daya manusia Sasak akan sangat dipengaruhi oleh kualitas kehidupan para perempuan. Untuk itu, beliau meminta agar MAS benar-benar memperhatikan isu ini dalam segala ruang lingkup aktivitasnya.

Hj. Baiq Isvie Rupaeda, S.H., M.H. menjadi pembicara sekaligus tuan rumah kegiatan

Sebelumnya, Dr. Lalu Hayan Ul Haq selaku cendikiawan MAS menyampaikan isu penggugah tentang ancaman stunting yang tengah melanda masyarakat Sasak. Menurutnya, statistik menunjukkan lebih dari seperempat anak Sasak terancam kondisi buruk ini. Hal ini butuh gerakan kesadaran bersama yang hanya dapat dibumikan melalui ruang berkebudayaan melalui kesepahaman akan nilai budaya. Di hadapan MAS Bini, beliau mengajak agar isu ini dapat terus diangkat dan diartikulasikan dalam rencana aksi yang nyata dan segera. Secara makro, Sasak berada di aras bawah dalam hal ini.

Dr. Lalu Hayan Ul Haq sampaikan bahan diskusi

Penyampaian oleh Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si. yang juga Asisten I Setda Pemprov. NTB menekankan bahwa sangat banyak pekerjaan yang harus segera dilakukan. Untuk itu, beliau berharap sangkep kali ini akan menjadi momentum penting berdirinya wadah pergerakan perempuan Sasak. Kami meminta agar MAS memfasilitasi MAS Bini dalam upaya menjalankan peran-peran sentral, termasuk dalam memastikan kualitas generasi penerus. Menurutnya, kita harus mampu membangun sinergisitas dengan semua pihak demi mengurai permasalahan yang ada. Untuk mengawalinya, beliau meminta agar perempuan Sasak mulai diberikan porsi yang layak dalam setiap kegiatan kebudayaan.

Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si.

Penyampaian berikutnya oleh Dr. Lalu Ari Irawan, akademisi pendidikan Undikma yang juga Wakil Sekjen BP MAS, menekankan bahwa stunting sangat linear dengan kondisi dan capaian lainnya di masyarakat. Beliau mengingatkan bahwa masyarakat Sasak yang secara jumlah adalah mayoritas di NTB, menghadapi persoalan literasi dasar. Disebutnya bahwa seperempat anak-anak NTB di usia sekolah dasar tidak bisa membaca, sepertiga anak yang bisa membaca gagal memahami bahan bacaan. Kondisi ini tentu tidak bagus bagi masa depan masyarakat Sasak. Bahkan, persoalan stunting akan juga linear dengan capaian kita yang rendah di berbagai bidang. Imbuhnya, kondisi negatif maupun positif di NTB adalah cerminan masyarakat Sasak. Beliau mengapresiasi kegiatan sangkep kali ini sebagai titik gerak gerakan kesadaran perempuan Sasak di segala dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Wakil Sekjen MAS, Dr. Lalu Ari Irawan bicara isu literasi dasar
Diskusi terbuka melibatkan peserta sangkep

Setelah acara penyampaian pendapat dari peserta yang hadir, hadirin menyapakati nama-nama tim formatur pembentukan kelembagaan MAS Bini. Kegiatan kemudian berlanjut dengan santap malam dan foto bersama.

Peserta kegiatan Sangkep Bini Sasak

Ketua BP MAS, Drs. Lalu Bayu Windia, M.Si. menjelaskan bahwa kegiatan hari ini adalah momentum yang menandai berdirinya MAS Bini sebagai salah satu sayap organisasi MAS. Kami optimistis, dengan aktifnya para bini dalam mengurusi Sasak, tatanan kehidupan Sasak akan menuju capaian baru yang lebih baik (ial).

Setelah acara diskusi berakhir
Bagikan ke Media Sosial anda:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *