Sikapi Konten Ceramah Meresahkan, MAS Gelar Aksi Damai: Kami Mendukung Kondusivitas Daerah dan Supremasi Hukum

Rombongan Aksi Damai berangkat dari Islamic Center menuju Mapolda NTB

(Senin, 3/1/2022) Ketua BP MAS, Lalu Bayu Windia memimpin langsung aksi damai ke Mapolda NTB. Hal ini dilakukan sebagai wujud partisipasi MAS dalam meredam persoalan yang tengah hangat di masyarakat pasca beredarnya konten ceramah seorang ulama yang dituding telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Dalam keterangannya, Bayu menjelaskan rombongan aksi terdiri dari Laskar Sasak dan pemuka agama yang merupakan bagian langsung dari MAS. Sesuai pemberitahuan kami sebelumnya kepada pihak kepolisian terkait aksi kemarin.

Berangkat dari Islamic Center, rombongan aksi damai MAS berjalan kaki diiringi lantunan sholawat hingga Mapolda NTB. Di bagian depan, nampak pengawalan oleh kepolisian menggunakan 1 unit mobil patroli. Bayu menegaskan, dalam aksi kemarin, jika kemudian ada kelompok masyarakat lainnya yang hadir menyampaikan pendapat, tentu adalah hak mereka yang harus dihormati. Lalu Mustiadi, Koordinator aksi dari MAS dan Lalu Ikin dari Laskar Sasak tetap mengingatkan semua peserta aksi agar tetap santun dan bijak saat berjalan maupun menyampaikan pendapat. Jangan sampai niat baik kita mengganggu pengguna jalan lainnya, teriak Lalu Ikin melalui pengeras suara.

Setelah rombongan tiba di depan gerbang Mapolda, sesuai tradisi, MAS mengutus tim pisolo (pendahulu) yang menjadi pewarta kepada pihak Polda NTB bahwa rombongan MAS telah tiba dan meminta agar para penglingsir diberikan kesempatan berdialog langsung dengan pihak Polda NTB terkait substansi unjuk rasa. Setelah dilakukan negosiasi, pihak Polda NTB bersedia menerima 10 orang perwakilan pengunjuk rasa. Demi tersalurkannya aspirasi semua pihak yang hadir, MAS juga mempersilakan perwakilan dari organisasi lain di luar MAS dan Laskar Sasak untuk ikut serta dalam rombongan yang akan diterima di dalam Mapolda NTB.

Penyerahan pernyataan sikap MAS kepada Polda NTB

Rombongan MAS diwakili oleh Ketua BP MAS Lalu Bayu Windia, TGH. Subki Sasaki, Ustadz Sanusi, Lalu Ari Irawan, Lalu Abdurrahim, Lalu Jagat, dan H.Lalu Saufiyan Thauri selaku Ketua Harian Laskar Sasak. Selain itu, ada beberapa perwakilan dari organisasi lainnya yang berbarengan waktunya saat melakukan aksi damai kemarin.

Tim pisolo yang ditugasi mewartakan tujuan kedatangan kepada pihak Polda NTB

Ketua BP MAS, memberikan pengantar sebelum menyerahkan Surat Pernyataan Sikap MAS atas konten ceramah yang dianggap menistakan makam-makam ulama yang telah turun-temurun diziarahi masyarakat Sasak dalam berbagai kesempatan. Surat yang berisi penyataan resmi setebal 3 halaman itu diterima langsung oleh pihak Polda NTB. Setelah itu, MAS yang bertindak selaku pemandu dialog memberikan kesempatan perwakilan dari organisasi lainnya untuk menyampaikan aspirasinya kepada pihak kepolisian.

Ustadz Sanusi menyampaikan pendapat sebelum memimpin do’a bersama

Setelah dirasa cukup, kegiatan dialog kemudian diakhiri dengan damai tanpa ada insiden apapun. Rombongan aksi damai kemudian berjalan kembali ke arah Islamic Center untuk membubarkan diri sesuai jadwal yang telah disusun oleh koordinator aksi dari BP MAS. Dua orang dari BP MAS dan seorang dari Laskar Sasak diminta tinggal untuk memberikan keterangan terkait kasus yang tengah diproses di kepolisian tersebut. Di antaranya, Lalu Bayu Windia, Lalu Ari Irawan, dan H. Lalu Saufiyan Thauri. Ketiganya diminta kesediaan sebagai saksi atas kasus tersebut. Pengambilan pernyataan dilakukan secara tepisah dan berlangsung selama hampir 3 jam.

Aparat ikut duduk bersila menyambut tim pisolo dari MAS

Sikap MAS terhadap kasus ini dinyatakan dalam rilis resmi yang diserahkan ke pihak Polda NTB. Di dalamnya terdapat empat butir yang ditujukan kepada semua pihak, di antaranya:

  • Menolak segala bentuk sikap, perilaku dan tutur kata yang dapat menciderai harmonisasi lahir batin dalam kehidupan sosial budaya dan beragama bangse Sasak
  • Menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat untuk tetap bersikap tenang dan tidak melakukan tindakan kekerasan
  • Menuntut Ustadz Mizan Qudsiah Lc., MA untuk meminta maaf kepada publik melalui saluran media cetak dan daring, dan
  • Mendorong aparat penegak hukum melakukan proses hukum terhadap Ustadz Mizan Qudsiah Lc MA atas ekspresi/ujaran verbal dan nonverbal yang telah menistakan beberapa makam keramat yang ada di Pulau Lombok dengan menggunakan frase yang kotor dan tidak pantas bagi tempat-tempat yang dihormati oleh masyarakat Islam Sasak.

Bayu pada akhir kesempatan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersama-sama menjaga kondusivitas daerah dengan tidak mudah terprovokasi. Pihaknya juga mengapresiasi partisipasi aktif semua orang yang terlibat dalam aksi damai kemarin hingga tidak terjadi insiden apapun. Khususnya, kepada adik-adik Laskar Sasak, yang begitu sigap dan tertib dalam mengawal aksi damai sejak keberangkatan hingga selesai. Kami juga berterima kasih atas kerja kepolisian dalam memastikan aksi berjalan dengan baik dan komitmen mereka menindaklanjuti kasus ini sesuai hukum yang berlaku di Indonesia. Kami tidak meminta siapapun ditangkap atau ditindak serampangan, semua ada koridor hukumnya, kami sangat menghormati supremasi hukum. Jangan ada lagi pernyataan atau sikap siapapun yang mengganggu percakapan publik antar warga dan merusak relasi sosial antar kelompok masyarakat , imbuhnya (ial).

Sebelum berangkat, peserta aksi damai diberikan arahan untuk bertindak tertib
Bagikan ke Media Sosial anda:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *