Sangkep Akhir Tahun, MAS Hasilkan 9 Resolusi

Sesi berfoto bersama di akhir kegiatan Sangkep Refleksi dan Resolusi

(Sabtu, 25/12/2021) Menjelang akhir tahun 2021, Majelis Adat Sasak kembali mengadakan agenda tahunan berupa Sangkep Refleksi dan Resolusi. Kegiatan yang bertajuk “Refleksi Akhir Tahun & Resolusi Kerja-kerja Kebudayaan Menyambut Kelahiran Perda Pemajuan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat” diselenggarakan di ruang rapat Sembalun Hotel Aston Inn Mataram. Meskipun dengan tetap menjalankan protokol kesehatan Covid 19 dan membatasi jumlah undangan, seluruh peserta yang hadir menganggap kegiatan ini terbilang sukses dan berhasil mencapai tujuannya.

Paparan Ketua BP MAS, Lalu Bayu Windia

Ketua Badan Pelaksana MAS, Lalu Bayu Windia, menjelaskan undangan pada kegiatan tahun ini menegaskan MAS sebagai organisasi yang sangat terbuka dan kolaboratif serta jauh dari ekslusivitas. Selain lini pengurus inti BP MAS dan ke-walipaeran, kami mengundang unsur legislatif, birokrat, pemuka agama, perempuan, pemuda, jurnalis, dan relawan MAS. “Alhamdulillah, hampir semuanya hadir hingga acara berakhir di sore hari. Sedikit sekali yang tidak berkesempatan menghadiri undangan kami tahun ini,” imbuhnya. Bayu juga menyampaikan paparan tentang isu-isu sentral kebudayaan, ragam kerja-kerja kolaboratif yang telah dan masih dilaksanakan, rencana-rencana dan strategi kerja di masa yang akan datang. Di akhir paparan, ia menegaskan bahwa MAS bergembira dan siap secara aktif menindaklanjuti seluruh substansi yang diamanatkan dalam Perda Pemajuan Kebudayaan NTB yang telah disahkan dalam rapat paripurna DPRD NTB pada tanggal 10 Desember 2021 silam.

Sesi Dialog Interaktif

Pada acara pembukaan, doa dipimpin oleh Lalu Abdurrahim dengan menggunakan bahasa Arab dan Sasak. Dilanjutkan dengan pembacaan yang berapi-api teks Piagam Gumi Sasak oleh Lalu Ari Irawan, Wakil Sekjen BP MAS. Kata-kata pembuka disampaikan oleh Pemucuk Wali Paer, H. Mansur Ma’shum yang memberikan arahan tujuan agenda kegiatan pada hari ini. Selanjutnya, sekumpulan seniman muda Sasak yang menamai grupnya Badaq Iye mempersembahkan sebuah gubahan ansamble dengan mereproduksi lagu Sasak Inaq Tegining Amaq Teganang yang ditambahkan dengan pembacaan puisi perjuangan budaya. Pertunjukan ini disambut sangat antusias oleh seluruh hadirin.

Setelah paparannya, Ketua BP MAS langsung memandu dialog interaktif yang menghadirkan empat narasumber lintas stakeholder, di antaranya Suryadi Jaya Purnama (Anggota DPR RI Dapil NTB), TGH. Hazmi Hamzar (Anggota DPRD Provinsi NTB Dapil Lombok Timur), H. Aidy Furqon (Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Provinsi NTB, H. Lalu Agus Fathurrahman (Wakil Pemucuk Wali Paer Bidang Kebudayaan). Banyak isu-isu dan gagasan tersampaikan oleh peserta sangkep yang langsung ditanggapi oleh para narasumber sesuai dengan kapasitasnya. Selain memberikan penjelasan yang komprehensif, mereka juga menyatakan komitmen untuk mendukung gagasan-gagasan yang terlahir dalam agenda tahunan MAS kali ini.

Narasumber Dialog Interaktif

Para hadirin yang merupakan tokoh-tokoh sentral pembangunan kebudayaan Sasak mengajukan berbagai isu dan gagasan untuk dikedepankan sebagai fokus kerja MAS di tahun 2022. Di antaranya, peserta dari unsur perempuan meminta fasilitasi dari legislatif berupa dukungan alat musik tradisional selain juga meminta diadakan standardisasi penggunaan pakaian adat. Unsur pemuda meminta agar usulan-usulan baik yang terlontar agar dapat sesegera mungkin dieksekusi. Hasil sangkep hari itu kemudian diformulasikan ke dalam dokumen resolusi yang dibacakan oleh Wakil Sekjen BP MAS pada akhir kegiatan.

Sembilan Resolusi MAS tahun 2022

Unsur tokoh agama yang hadir, TGH. Subki Sasak mengusulkan agar disusun ensiklopedia tentang Sasak sehingga bisa menjadi bahan edukasi kebudayaan di ruang-ruang pendidikan (ial).

Peserta Sangkep Refleksi & Resolusi MAS

Bagikan ke Media Sosial anda:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *