Lalu Srinata Anggota Konstituante yang Terlupakan dirumah Sendiri

Apakah kita sebagai warga Sasak masih mengingat Lalu Srinata? Salah seorang yang berjasa dalam pembentukan Provinsi Nusa Tenggara Barat, dahulu bernama sunda kecil.

Faktanya banyak dari kita yang tidak mengenal siapa beliau dan bagaimana sepak terjangnya dalam masa awal kemerdekaan negara Republik Indonesia, bagaimana peran beliau dalam pembentukan provinsi Nusa Tenggara Barat lebih spesifik lagi pulau Lombok. Hal itu juga tidak tercatat dengan jelas dalam literatur sejarah masyarakat Sasak dan Sejarah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hal inilah yang mendorong tim BP-MAS untuk selalu mencari anak keturunan orang-orang yang berjasa bagi masyarakat Sasak.

Pada hari rabu 17 Juni 2020, sampailah kami dirumah Mamiq Lalu Dodik Widjaja, beliau adalah Anak Lalu Srinata. Beliau menyambut kami dengan sangat antusias, dan menyodorkan kami draft buku yang sudah beliau tuliskan tentang Ayahanda beliau.

Ketua BP-MAS L. Bayu Windia sedang berdiskusi dengan L. Dodik Widjaja (Anak Almarhum Lalu Srinata)

Beliau menceritakan bagaimana sepak terjang Ayahanda yang dengan sepenuh hati mengabdikan dirinya untuk kepentingan masyarakat Lombok pada saat itu.

Dari kiri ke kanan: L. Ari Irawan (Wasekjen BP-MAS), L. Dodik Widjaja (Anak Almarhum L. Srinata), L. Bayu Windia (Ketua BP-MAS)

Ada cerita menarik yang beliau ungkapkan pada saat awal kemerdekaan Republik Indonesia. Pada saat itu, tentara Jepang telah meninggalkan Lombok. Sehingga para tokoh Sasak pada saat itu berinisiasi mendeklarasikan Negara Lombok. Hal ini juga dituliskan pada koran nasional Sinar Harapan pada saat itu. Ayahanda beliau Lalu Srinata, menjadi Sekertaris Kabinet Negara Lombok.

L. Dodik WIdjaja Sedang Menceritakan Kiprah Ayahanda beliau kepada Ketua BP-MAS

Tentu cerita beliau ini cukup mengejutkan kami, mengingatkan kurangnya literatur tentang para tokoh masyarakat Sasak sebelum dan pada saat awal kemerdekaan. Para tokoh Sasak saat itu benar-benar berjuang untuk terus membangun peradaban masyarakat sasak untuk dapat bersaiang dikancah Nasional maupun Internasional.

Kita sebagai generasi penerus pantas berbangga dan berterimakasih atas segala upaya yang dilakukan oleh para pendahulu kita untuk memperkuat ikatan kesasakan akan dapat terus berbicara banyak dalam dialektika peradaban.

Admin

BP-MAS

Bagikan ke Media Sosial anda:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *