Webinar Perdana MAS: Gumi Sasak Gumi Slam dalam Perspektif Sejarah dan Budaya

(Ahad, 17 Mei 2020) Di tengah pandemi Virus Corona (Covid-19), Badan Pelaksana Majelis Adat Sasak (BP-MAS) menyelenggarakan kegiatan seminar daring (webinar) bertajuk “Seminar Sejarah Islam di Lombok”. Tema yang diangkat kali ini adalah “Gumi Sasak Gumi Slam dalam Perspektif Sejarah dan Budaya”. Ketua BP-MAS, Drs. Lalu bayu Windia, M.Si. menyampaikan ini adalah bentuk konsistensi MAS mengangkat pesan bahwa masyarakat Sasak telah bergegas berperan aktif dalam arus Revolusi Industri 4.0 yang mulai kami gaungkan di penghujung tahun 2019 lalu. Masyarakat Sasak tidak boleh berdiam diri ketika masyarakat global sudah bergerak kencang ke arah sana. “Kita (masyarakat Sasak) harus menjadi bagian aktif dan produktif dari arus besar ini”, imbuhnya. Bayu juga menambahkan bahwa kegiatan webinar yang baru pertama kali ini diselenggarakan akan menjadi pembuka berbagai kegiatan sejenis di masa-masa yang akan datang. Tim BP-MAS yang tersebar di berbagai profesi dan latar belakang sosial terus menghimpun usulan dan keinginan dari masyarakat Sasak agar gerakan MAS benar-benar dapat dirasakan manfaatnya.

Ketua BP-MAS memimpin rapat daring pengurus

Muhammad Zainul Firdaus, M.Pd., pengelola kegiatan webinar ini mengatakan bahwa animo masyarakat sangat tinggi sejak acara ini kami luncurkan ke publik. Dalam dua hari, pendaftar yang telah melakukan registrasi keikutsertaan sudah mendekati 200 orang. “Ini melampaui ekspektasi kami selaku pengelola”, kesannya. “Untuk kegiatan ini, kami juga didukung oleh pihak Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Barat yang menyediakan ruang dan fasilitas pendukung”, tambahnya. Ia juga menyebutkan peran serta teman-teman kreatif yang tergabung dalam komunitas kreatif Poroq-Poroq, binaan BP-MAS. Zainul juga menyebutkan bahkan ada pendaftar yang berdomisili di luar negeri, termasuk pula di luar Lombok.

Di tengah wabah, BP-MAS melaksanakan rapat pengurus secara daring

Wasekjen BP-MAS, Dr. Lalu Ari Irawan menyatakan webinar perdana BP-MAS terpaksa diadakan Rabu, 20 Mei 2020 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441H dengan pertimbangan menunggu masyarakat mulai menyesuaikan diri dengan keadaan wabah. Ini juga menjadi momentum bagus karena kita sedang merayakan Hari Kebangkitan Nasional selain juga sebagai wadah silaturrahmi bermaaf-maafan di penghujung Ramadhan. Ari menguraikan bahwa dalam seminar ini, BP-MAS menghadirkan tiga orang pembicara dari disiplin ilmu yang berbeda. Dr. H. Jamaluddin diminta memberikan pandangan tentang “Catatan Sejarah Masuknya Islam di Lombok”. Dr. Saiful Hamdi berbicara tentang “Atribut Sosiologis Islam Sasak”. Pembicara terakhir, budayawan Sasak, Drs. H. Lalu Agus Fathurrahman membahas “Ekspresi Islam dalam Adat Sasak”. Kegiatan ini akan dibuka dengan pidato pengantar dari Ketua BP-MAS. “Nantikan agenda webinar selanjutnya dari BP-MAS. Pasti tidak kalah serunya”, pungkas akademisi Universitas Pendidikan Mandalika ini (ial).

Bagikan ke Media Sosial anda:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *