Pandangan Majelis Adat Sasak Tentang Rencana Kedatangan Kapal Pesiar Ke Pulau Lombok

PANDANGAN MAJELIS ADAT SASAK TENTANG RENCANA KEDATANGAN KAPAL PESIAR KE PULAU LOMBOK

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Bismillahirrohmanirrohim

Majelis Adat Sasak (MAS) mengikuti perkembangan pemberitaan terkait rencana kedatangan beberapa Kapal Pesiar ke Lombok. Selain itu, MAS juga terus mengikuti berita terkini secara global dan nasional atas tersebarnya wabah virus Corona (covid 19) ke berbagai benua. Kami meyakini bahwa publik akan bereaksi terhadap kedatangan kapal pesiar asing dengan juga menyimak reaksi pemerintah setempat dalam menyikapi persoalan ini.

Dalam hal ini, MAS merasa perlu untuk memberikan pandangan kepada publik sebagai pertimbangan menyikapi permasalahan ini.

Dengan menimbang hal-hal, sebagai berikut:

  1. Bahwa kami berharap agar pemerintah daerah mengambil keputusan atas dasar pertimbangan ilmiah, rasional dan bertaqwa kepada Allah swt.
  2. Bahwa masyarakat Pulau Lombok, khususnya masyarakat Sasak harus tetap menunjukkan sikap sebagai tuan rumah yang baik kepada tamu yang datang, dari manapun asal usul, kebangsaan, ras, warna kulit. Hal ini merupakan adab atau akhlak seorang Sasak yang merujuk pada teladan kita Nabi Besar Muhammad SAW.
  3. Bahwa sebagai manusia yang memiliki rasa kemanusiaan dan solidaritas, kita merasakan betapa sedihnya mendengar saudara kita sesama Warga Negara Indonesia yang dipulangkan dari Wuhan, China beberapa waktu lalu, namun sempat ada penolakan untuk singgah dan dirawat di Natuna. Hal ini tentunya menimbulkan luka di hati saudara-saudara kita yang sedang dalam perjalanan jauh lagi meletihkan, tertekan secara psikologis, lalu sempat ditolak untuk sekedar singgah dibawah pengawasan petugas kesehatan di Natuna. Diantara mereka itu, ada  warga Sasak, Lombok.  Seharusnya mereka mendapat sambutan penuh empati oleh sesama saudara sebangsa.
  4. Bahwa ketika Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan keputusan menutup pintu masuk dan keluar dari Arab Saudi, termasuk kepada seluruh jama’ah umroh dari Lombok, jauh di relung terdalam hati kita, ada perasaan kecewa dengan keputusan tersebut. Walaupun akhirnya kita bisa memaklumi.
  5. Bahwa kita hendaknya jangan melakukan standar ganda atas penolakan terhadap kapal pesiar yang berencana berkunjung ke gumi paer cantik molek ini.  Tanpa disadari, sebenarnya kita yang mengundang mereka untuk datang dengan cara mengabarkan keindahan bumi Allah ini, dan keramah-tamahan penduduk lokal. Lalu ketika mereka datang, akankah kita menolaknya.
  6. Tanpa disadari pula, bahwa tamu kita yang datang dengan kapal pesiar, tidak berbeda dengan penumpang yang datang menggunakan pesawat. Tamu melalui pesawat udara kita tidak persoalkan, sementara tamu melalui Kapal Pesiar, kita tolak.

Atas dasar itu, MAS berpandangan bahwa, kita harus terbuka atas rencana kedatangan Kapal Pesiar ke daerah kita, dengan tetap menerapkan standard pemeriksaan kesehatan terhadap para tamu kapal pesiar tersebut, secara lebih cermat dan ketat. MAS percaya, Petugas Kesehatan dan  Otoritas Pelabuh akan menjalankan tugas dengan prinsip melindungi warga lokal dan para tamu.

Demikian pandangan ini disampaikan untuk menjadi penghayatan kita bersama.

Semoga Allah senantiasa melindungi dan menjauhkan kita dari segala jenis mara bahaya.

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Mataram, 7 Maret 2020

Pemucuk Wali Paer Majelis Adat Sasak

Drs HL. Mujitahid.

Bagikan ke Media Sosial anda:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *