DEBAT BAHASA INGGRIS, SIAPKAN GENERASI NTB KRITIS DAN PERCAYA DIRI

(Mataram, 14-16 Pebruari 2020) Badan Pelaksana Majelis Adat Sasak (BP-MAS) memberikan dukungan kegiatan debat bahasa Inggris mahasiswa dan pelajar SMA se-NTB yang digelar Executive English Debate Community (E2DC) Fakultas Budaya, Manajemen, dan Bisnis (FBMB) Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA). Ajang yang bertajuk “School and Varsity English Debating Championship – SAVE-DC” mengusung tema “Decorate Your Speech, Judge Your Thoughts” diselenggarakan selama tiga hari di Aula Handayani Kampus Undikma di Mataram.

Peserta debat jenjang perguruan tinggi sedang menyampaikan mosinya.

Presiden E2DC, Ramli Ahmad, menjelaskan pada gelaran tahun ini, yang merupakan keempat kalinya, SAVE-DC diikuti 23 tim jenjang SMA dan 16 tim tingkat perguruan tinggi. Masing-masing kategori menentukan empat tim juara yang diputuskan melalui mekanisme penjurian yang obyektif dan melibatkan anggota tim juri yang sudah terakreditasi di bidang debat, bahkan di tingkat nasional. Di E2DC, selain juga kerap berlomba hingga ke tingkat nasional, kami juga konsisten menghadirkan atmosfir kompetisi debat yang berkualitas di level provinsi. Hal ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya bakat debaters di provinsi kita. Tema SAVE-DC tahun ini kami angkat setelah melihat fenomena saat ini banyak sekali konflik yang timbul di negara kita yang berawal dari sebuah pernyataan yang tidak bertanggung jawab. Hal ini menunjukan bahwa ada ketidakkomprehensifan cara berpikir sebelum mengutarakan sebuah kalimat, jelas Ramli yang juga pernah menjadi juara debat mahasiswa di tingkat regional.

Peserta debat jenjang SMA sederajat di tengah perlombaan

Pada kesempatan terpisah, Ketua BP MAS, Drs. Lalu Bayu Windia, M.Si. sangat antusias dengan diadakannya kompetisi SAVE-DC ini. Ia meyakini bahwa debat adalah salah satu metode belajar yang cukup efektif karena mendorong generasi muda untuk melakukan riset, dialog, dan berpikir kritis dan cepat guna memenangkan sebuah tema debat. Mereka juga akan memiliki kepercayaan diri yang baik sebagai generasi milenial. Kami juga sekaligus meminta secara khusus agar panitia membuat salah satu topik debat tentang kebudayaan daerah kita sendiri. Hal ini membuka peluang mereka belajar tentang identitas kebudayaan kita sendiri, seperti halnya mengenal Sasak dan berbagai khasanah kebudayaannya. BP MAS juga menggunakan kesempatan lomba ini untuk memperkenalkan ke khalayak platform informasi online BP MAS, yaitu www.majelisadatsasak dan http://epustakamas.majelisadatsasak.org/ yang telah diluncurkan pada penghujung tahun 2019 lalu. Saluran digital ini kami harapkan dapat mendorong penulisan dan pengkajian tentang budaya Sasak di masa yang akan datang. Ketua BP MAS yang berhalangan hadir karena sedang berada di luar daerah mengirimkan sebuah materi paparan powerpoint guna memperkenalkan profil dan kerja BP MAS. Harapannya ini dapat menarik minat generasi muda untuk berkiprah di bidang kebudayaan, tutupnya.

Ketua Panitia SAVE-DC 2020, Fitriatul Khaerani menjelaskan bahwa terselenggaranya dan suksesnya SAVE-DC 2020 juga tidak luput dari semua dukungan baik yang berasal dari dalam maupun dari luar. SAVE-DC 2020 di sponsori oleh beberapa lembaga, organisasi, dan komunitas pemuda seperti BP MAS (Badan Pelaksana Majelis Adat Sasak), BKKBN NTB, RedDoorz, Bunga Sampah Lestari, Duo Jā€™J, Perum Pegadaian, dan ACT (Aksi Cepat Tanggap). Sebagai bentuk timbal balik kami kepada seluruh pendukung acara, topik perdebatan yang berkaitan dengan budaya dan kesehatan seperti ā€œAs nations who has their own cultural identities, THW not celebrate other nations cultural identitiesā€ yang secara singkat maksudnya adalah sebagai bangsa yang mempunya identitas budaya sendiri, kita tidak akan merayakan identitas budaya bangsa lain. Selain itu, ada topik perdebatan yang berkaitan dengan kesehatan, yaitu ā€œTHW force WHO to punish countries that implement travel warning for people with HIV“, bahwa pemerintah akan menekan WHO untuk menghukum negara yang mengimplementasi peringatan melancong bagi orang yang terkena penyakit HIV.

Presiden E2DC FBPM Undikma memasangkan medali kepada pemenang

Berikut daftar pemenang SAVE-DC 2020 berdasarkan kategori SMA sederajat dan perguruan tinggi.

A. Juara SAVE-DC 2020 tingkat pelajar SMA sederajat:

  1. Champion : SMAN 1 Mataram
  2. 1st runner up : MAN 2 Mataram
  3. 2nd runner up : SMA Dea Malela Sumbawa
  4. 3rd runner up : SMAK Kesuma, Mataram
Tim pemenang SAVE-DC jenjang SMA sederajat

B. Juara SAVE-DC 2020 tingkat mahasiswa Perguruan Tinggi:

  1. Champion : IPDN Regional NTB, Lombok Tengah
  2. 1st runner up  : Universitas Mataram
  3. 2nd runner up : Universitas Pendidikan Mandalika, Mataram
  4. 3rd runner up : Universitas Mataram
Tim pemenang SAVE-DC jenjang perguruan tinggi

Bagikan ke Media Sosial anda:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *