MAEN GODEK-GODEKAN

Permainan godek-godekan merupakan salah satu jenis permainan yang ada di daerah Lombok. Godek artinya kera, sehingga godek-gadekan berarti main kera-keraan. Permainan ini dilakukan di atas pohon kayu yang banyak dahannya serta kuat dan permainan ini biasa dilakukan oleh anak-anak laki-laki yang berusia 11-17 tahun. Namun kebiasaan dilakukan oleh anak-anak pada saat sedang menggembala sapi, kerbau, kambing sambil menunggu binatang piaraannya sampai dengan waktunya pulang kembali ke kandang dan biasa dilakukan pada musim kemarau. Permainan godek-godekan tidak terkait dengan budaya kemasyarakatan, permainan ini juga dimainkan oleh seluruh kalangan baik itu dari pegawai, petani, pengembara maupun pemulung kayu.

Dahulu permainan ini dilakukan oleh anak-anak pengembala kerbau, sambil menunggu kerbaunya di sawah-sawah yang luas dan memiliki pohon asam (pohon bagek) karena pohon asam sangat kuat dan tidak mudah patah dan biasanya permainan ini dilakukan pada saat mondah (istirahat di bawah pohon sambil memamah biak). Permainan ini biasanya dilakukan  pada siang hari antara jam 11 sampai jam 12 pada saat kerbau sedang beristirahat sehabis mencari makan. Permainan godek-godekan peserta atau pelakunya tergantung dari jumlah kembala yang berkelompok yang biasanya berkisar 4 sampai 8 orang tergantung besar pohon yang digunakan untuk bermain. Alat yang digunakan dalam permainan ini adalah pohon besar dan rindang, sebilah kain temberit atau kain batik dan tali pisan atau alit gansing.

Namun permainan godek-godekan sudah jarang digunakan oleh anak-anak akibat dari perkembangan dari perkembangan teknologi sudah masuk di pelosok-pelosok. Ada beberapa penyebab sehingga permainan ini jarang dimainkan yaitu berubahnya daerah hutan, ladang menjadi daerah persawahan yang menyebabkan pohon-pohon rindang besar ditebang, kerbau-kerbau sudah mulai berkurang maupun sapi akibat dari larisnya satu komoditi perdagangan, perkembangan pendidikan sudah merata di tiap pelosok anak-anak sudah mulai terdidik bermain membuat permainan yang bermanfaat pada dirinya seperti bermanfaat fisiknya, otaknya, dan mentalnya. Berkurang waktu luang bagi anak-anak sekarang akibat dari berbagai macam kesibukan dari adanya penekanan orang tua maupun guru untuk menggunakan waktu luang untuk belajar. Alat-alat permainan yang sudah semakin modern seperti, sepak bola, bola voli, bulu tangkis atau permainan lain yang disenangi.

(Muzakkir)

Sumber : Tim Ysb Pulayakendase, Permainan Tradisional Suku Sasak, Mataram: Pustaka Widya, 2010.

Sumber Foto: https://m.mobimoto.com/motor/2019/01/30/104500/para-pemotor-ini-ketakuran-sampai-panjat-pohon-ini-penyebabnya

Bagikan ke Media Sosial anda:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *