INEN BALE: INTI ARSITEKTUR VERNAKULAR RUMAH ADAT SASAK

Bale Adat Senaru merupakan rumah adat yang berada di Desa Adat Senaru yang terletak di kaki Gunung Rinjani tepatnya di Dusun Senaru, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Bangunan adat ini juga dikenal sebagai bale mangina oleh warga setempat dikarenakan dibangun dengan gaya arsitektur Bale Mangina, dimana dalam masyarakat adat Bayan terdapat 4 jenis arsitektur bale adat, yaitu bale mengina, bale balaq Loang Godek, bale balaq Sembageq, dan bale jajar. Oleh Karena itu, Bale Adat Senaru memiliki nama lain sesuai dengan jenis arsitekturnya. Bale adat dengan jenis arsitektur ini bukan hanya berada di Desa Senaru tetapi juga berada di Desa Adata Karang Bajo.

Bale mangina terbuat dari dinding anyaman bambu, beratapkan ilalang, dan tiang kayu sebagai pondasinya. Bale ini hanya memiliki 6 tiang utama yang memiliki arti banyu atau air yang di percayai sebagai sumber kehidupan masyarakat Sasak yang tinggal di dusun ini. Sebagai lantainya, masyarakat dulu hanya menggunakan tanah, namun sejak tahun 1997 lantai di seluruh rumah sudah diplester dengan semen. Di dalam bangunan ini terdapat beberapa bagian yaitu inen bale, amben bale, pawon, dan amben beleq atau tempat tidur.

Komplek perumahan di perkampungan tradisional masyarkat Sasak

Ketika memasuki bale mangina, yang pertama terlihat adalah inan bale dan amben bale. Hal ini sama seperti bale adat yang ada di Dusun Bayan. Inen bale terletak di tengah-tengah bangunan yang memiliki arti sebagai tempat tertinggi, dimana masyarakat Sasak percaya bahwa tempat yang tinggi merupakan tempat yang paling dekat dengan Tuhan. Sesuai dengan filosofi letaknya, inen bale berfungsi sebagai tempat beribadah atau tempat dilaksanakannya serangkaian ritual adat seperti ritual Antuk lekok buaq (menarik buah sirih). Ritual ini dilakukan dengan menaruh sekapur sirih di atas inen bale dengan tujuan meminta kesembuhan untuk orang yang sakit. Selain sebagai tempat beribadah, inen bale juga digunakan sebagai tempat penyimpanan barang pusaka dan berharga, seperti beras hasil panen.

(Niken Diyah Ayu Lukitosari)

Referensi :

Buku Kosmologi Sasak: Risalah Inen Paer. Karya Lalu Agus Fathurrahman. Penerbit Genius. 2017. Lombok NTB

http://diskominfo.lombokutarakab.go.id/index.php?option=com_tz_portfolio_plus&view=article&id=643:bale-adat-senaru-di-kaki-gunung-rinjani&catid=4&Itemid=234.(Diakses pada 13 Januari 2020, pukul 08.00 WITA )

http://diskominfo.lombokutarakab.go.id/index.php?option=com_tz_portfolio_plus&view=article&id=643:bale-adat-senaru-di-kaki-gunung-rinjani&catid=4&Itemid=234.(Diakses pada 13 Januari 2020, pukul 08.00 WITA )

Sumber foto: Muhammad Zainul Firdaus

Bagikan ke Media Sosial anda:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *