KILAS HISTORIS MASJID BAYAN BELEQ

Masjid Kuno Bayan Beleq merupakan masjid tertua yang ada di Pulau Lombok tepatnya terletak di Dusun Karang Bajo, Desa Adat Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Masjid ini dibangun pada masa awal perkembagan Agama Islam di Pulau Lombok yaitu sekitar abad ke-16 oleh seorang penghulu yang bernama Titi Mas Penghulu, diyakini sebagai orang pertama di Bayan yang memeluk agama Islam. Bangunan masjid kuno ini memiliki kesamaan dengan masjid-masjid kuno yang ada di Rambitan dan Gunung Pujut. Persamaan tersebut dapat terlihat dari bentuk bangunan yang menyerupai bujur sangkar dengan konstruksi atap tumpang dan memiliki hiasan puncak berupa mahkota. Hal-hal tersebut merupakan ciri khas bangunan masjid periode awal perkembangan Islam di Indonesia.

Bangunan masjid kuno ini berbentuk bujur sangkar dengan ukuran panjang dan bagian sisi masjid 8,90 meter. Bangunan ini memiliki 4 tiang utama atau saka guru  yang terbuat dari kayu nangka yang berbentuk bulat dengan diameter 23 cm dan tinggi 4,6 meter. Tiang-tiang tersebut didatangkan dari beberapa desa dan memiliki fungsi yang berbeda. Tiang yang berada di sebelah tenggara berasal dari Desa Sagang Sembilok. Tiang ini difungsikan sebagai tempat khatib. Tiang kedua berada di sebelah timur. Tiang ini didatangkan dari Desa Tereng dan difungsikan sebagai tempat untuk lebai. Kemudian tiang ketiga berada di sebelah barat laut. Tiang ini didatangkan dari Desa Senaru dan difungsikan sebagai tempat untuk Mangku Bayan Timuq. Tiang terakhir berada di sebelah barat daya. Tiang ini berasal dari Desa Semokan dan difungsikan sebagai tempat untuk penghulu. Di samping tiang utama, terdapat pula tiang keliling yang berjumlah dua puluh enam buah dengan tinggi rata-rata 1,25 meter dan dua buah tiang mihrab dengan tinggi 80 cm.

Di dalam masjid kuno tersebut terdapat sebuah mimbar yang di atasnya terdapat sebuah ukiran naga bayan. Diceritakan pengikut Wetu Telu mempercayai bahwa naga bayan adalah sosok naga yang telah menyelamatkan Raja Bayan pada saat itu. Namun Raja Bayan mengingkari janji yang telah beliau buat yakni menikahkan penyelamatnya dengan putrinya. Sang naga yang mengetahui hal tersebut marah dan merusak perahu-perahu dan membunuh warga Bayan. Raja Bayan yang melihat musibah tersebut, menayadari kesalahannya dan meminta ampun kepada sang naga seraya berjanji untuk mengabadikan sang naga dalam bentuk ukiran di sebuah masjid. Ketika sang Raja kembali ke Bayan, beliau segera menepati janjinya dengan membuat ukiran di atas mimbar dan meletakannya di dalam Masjid Bayan. Selain dari cerita tersebut, masyarakat lokal juga percaya bahwa ukiran naga melambangkan penaklukan dunia.

       Selain papan ukiran naga, terdapat pula ukiran rusa, unggas, padi, kapas, beberapa kelapa, dan sebuah pisau yang besar atau parang. Ukiran-ukiran tersebut dipercaya oleh masyarakat lokal sebagai lambang segala bentuk kehidupan di dunia. Rusa melambangkan kehidupan karena dilahirkan dengan menyusui serta membesarkan anak – anaknya. Unggas melambangkan kehidupan yang dilahirkan dengan menetas lewat telur dan kehidupan yang tumbuh dalam bentuk tumbuh – tumbuhan pertanian dan bermacam-macam buah-buahan dilambangkan dengan kelapa. Sedangkan ukiran kapas dan padi melambangkan kemakmuran dari masyarakat pengusung Wetu Telu. Sementara itu, pisau besar atau parang melambangkan kekuasaan atau kekuatan. Bukan hanya mimbar, di dalam masjid juga terdapat sebuah beduk yang diikat dengan tali. Sedangkan tempayan sebagai wadah untuk mengambil air wudhu terdapat di samping masjid di bawah pohon kamboja. Di sekitar masjid kuno ini, masih dalam kompleks yang sama, terdapat empat makam tuan guru yang dikeramatkan dan beberapa makam kiai pengikutnya. Keempat makam keramat ini dipercaya sebagai orang yang pernah berjasa menyiarkan agama Islam di Bayan. Keempat makam keramat tersebut adalah makam pendiri Masjid Bayan, yaitu Tuan Guru Titi Mas Pengulu, Tuan Guru Karang Salak, Tuan Guru Anyar, dan Tuan Guru Sukadana.

(Niken Diyah Ayu Lukitosari)

Referensi :

https://cagarbudaya.kemdikbud.go.id/public/objek/detailcb/PO2016060600028/masjid-kuno-bayan-beleq. .(Diakses pada 13 Januari 2020, pukul 11.30 WITA )

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbbali/zonasi-masjid-bayan-beleq/.(Diakses pada 13 Januari 2020, pukul 12.00 WITA )

https://www.scribd.com/doc/94408253/LOMBOK-TILAS. (Diakses pada 13 Januari 2020, pukul 12.00 WITA )

Bagikan ke Media Sosial anda:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *