SANGKEP WARIGE TETAPKAN TANGGAL BAU NYALE DI TAHUN 2020

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah fasilitasi Sangkep Warige atau Sidang Penetapan Hari Bau Nyale di Desa Adat Ende, Kecamatan Pujut Lombok Tengah, Sabtu, 11 Januari 2019. Lembaga Krame Adat Kecamatan Pujut sebagai tuan rumah mengundang beberapa tokoh adat yang diyakini memiliki pengetahuan terkait sistem penanggalan adat Sasak, di antaranya para kiai adat, sesepuh adat masing-masing desa di seputaran Pujut, dan lembaga kajian budaya Sasak Rowot Rontal yang diwakili Kiai Ratna. Hadir sekaligus sebagai fasilitator kegiatan pihak Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan OPD di level provinsi dan kabupaten.

Sesepuh adat Pujut menghadiri Sangkep Warige penetapan tanggal Bau Nyale tahun 2020

Lembaga Rowot Nusantara Lombok (Rontal) yang dihubungi via telpon menyampaikan bahwa Kalender Rowot Sasak sejak ditetapkan telah memuat perhitungan tanggal 20 bulan 10 dalam penanggalan Sasak yang jatuh pada hari Sabtu tanggal 15 Februari 2020. Tanggal tersebut ternyata sesuai dengan kesepakatan hari puncak Bau Nyale pada Sangkep Warige yang diselenggarakan kemarin di Ende, yaitu akan diselenggarakan pada 14-15 Februari 2020. Pada festival Bau Nyale kali ini nampaknya para pegiat budaya Pujut memutuskan tanggal yang sama dengan Lembaga Rontal.

Berdasarkan rilis resmi Lembaga Rontal di tahun sebelumnya, perhitungan puncak perayaan Bau Nyale bukan memprediksi berapa banyak Nyale (cacing laut) yang bisa ditangkap warga. Direktur Lembaga Rontal, Dr. Lalu Ari Irawan dalam sebuah tulisannya di media massa waktu itu menyampaikan bahwa perhitungan penanggalan hanya sebatas menentukan jatuhnya tanggal yang dijanjikan Mandalika dalam kisah moksa Putri Mandalika, yang dalam satu versi menyebutkan bahwa sang putri menghilang dan berubah menjadi rasi bintang Rowot (pandangan kosmogonis masyarakat Sasak).

Suasana Sangkep Warige tahun 2020 di Desa Adat Ende, Pujut, Lombok Tengah

Ketua Badan Pelaksana Majelis Adat Sasak (BP MAS), Drs. Lalu Bayu Windia, M.Si. Be Win, menyambut baik hasil Sangkep Warige yang telah dilaksanakan masyarakat pengusung tradisi Bau Nyale di Kecamatan Pujut dan sekitarnya. Semoga kemeriahan Bau Nyale tahun ini akan terus meningkatkankan giroh positif dalam pembangunan kebudayaan Sasak hingga di masa-masa mendatang. MAS juga mengharapkan agar kemasan core event ini dapat benar-benar merepresentasikan khasanah kebudayaan Sasak sehingga dapat menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara untuk berkunjung. Masyarakat juga sebaiknya menggunakan momentum Bau Nyale setiap tahunnya ini untuk membersihkan daerah pesisir pantai selatan Lombok dari sampah plastik sehingga menjadi nilai tambah bagi pariwisata kita (ial).

Sangkep Warige tahun 2020 tetapkan 14-15 Februari 2020 sebagai puncak perayaan Bau Nyale

Foto: Akun Facebook Fairuz Abu Macel

Bagikan ke Media Sosial anda:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *