BALE TANI: RUMAH TRADISI MASYARAKAT SASAK

Menurut warga lokal di kampung adat Sade, bangunan tradisional Sasak yang ada di Sade terdiri atas dua jenis, yaitu bale tani dan lumbung. Bale tani adalah bangunan yang dipergunakan sebagai tempat tinggal, sementara lumbung adalah bangunan yang biasa digunakan sebagai tempat menyimpan padi hasil panen atau untuk menyimpan segala kebutuhan.

Yang unik, lantai dari bale tani merupakan campuran tanah, getah pohon, dan abu jerami yang kemudian diolesi dengan kotoran kerbau/sapi. Fungsinya untuk membuat lantai menjadi mengkilap. Bale tani terbagi menjadi dua bagian, yakni bale dalem dan bale luwah. Ruangan bale dalem biasanya diperuntukkan anggota keluarga wanita, yang sekaligus merangkap sebagai dapur. Sedangkan ruangan bale luwah diperuntukkan untuk anggota keluarga lainnya, dan juga berfungsi sebagai ruang tamu. Berdasarkan keterangan dari warga, biasanya atap bale tani diganti setiap delapan tahun.

Seorang ibu sedang membalur lantai menggunakan kotoran ternak

Pemakaian kotoran kerbau/sapi tentu saja merupakan tradisi unik. Sulit terbayangkan, tradisi yang dianggap menjijikkan ini masih langgeng hingga kini. Masyarakat Sasak yakin bahwa dengan kotoran kerbau/sapi lantai menjadi mengkilap dan menghindarkan penghuni rumah dari lalat atau nyamuk.

Apabila kita mencoba masuk ke dalam rumah, maka kita bisa mendapati bahwa ukuran rumahnya kecil. Lantainya berwarna abu-abu, seperti halnya semen. Terlihat mengilat berkat kotoran kerbau/sapi. Saya tidak melihat listrik di dalam rumah. Entah bagaimana hiburan sehari-hari masyarakat Sade. Mereka memasak menggunakan tungku dari tanah liat dengan bahan bakar kayu.

Selain bale tani dan lumbung, ada lagi bangunan khas Sasak. Bangunan itu disebut berugak, berupa sebuah bangunan panggung berbentuk segi empat yang tidak memiliki dinding. Tiang bangunan terbuat dari bambu. Berugak disangga oleh empat tiang (sekepat) atau enam tiang (sekenem). Berugak berfungsi sebagai tempat untuk menerima tamu. Bangunan ini juga biasa digunakan sebagai tempat untuk berkumpul, berbincang-bincang serta bersantai selepas bekerja atau sebagai tempat pertemuan internal keluarga. Biasanya berugak terdapat di depan samping kiri atau samping kanan bale tani.

(Taufan Hadi Ahmad)

Foto: Muhammad Zainul Firdaus

Bagikan ke Media Sosial anda:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *