NTB: NANE TERUS BEGAWEAN

Diskusi Akhir Pekan Badan Pelaksana Majelis-Adat Sasak.

Ahad, 12 Januari 2020, di kediaman Ketua BP Majelis Majelis-Adat Sasak dilangsungkan diskusi dengan pemerhati dan pelaku kesenian tradisi. Diskusi ini dilakukan atas prakarsa beberapa seniman yang ingin menyampaikan beberapa gagasan terkait pelindungan dan pengembangan serta pemanfaatan kesenian tradisional Sasak, mengerucut pada bidang seni musik. Beberapa gagasan disepakati untuk pekerjaan MAS ke depan. Setelah diskusi kesenian ditutup, seperti biasa, tema pun berkembang ke arah yang lebih luas sehingga diskusi pun baru berakhir pukul 00.30 Wita. Substansi yang bisa diambil dalam diskusi 7 jam adalah:

  1. Kita harus NTB (nani terus begawean) melakukan upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan khasanah kesenian dengan langkah yang lebih strategis.
  2. Rendahnya literasi adalah persoalan utama dalam masyarakat Sasak, terlebih lagi ketika berurusan dengan digitalisasi.
  3. Kita telah tertinggal ratusan tahun dari kebudayaan lain dan kita hampir-hampir tidak menyadari itu. alias kelembang tokol.
  4. Perlunya membangun kesadaran dan kemampuan mengolah data dan membuat keputusan-keputusan strategis dari data yang ada. Realitas-realitas tentang Sasak, meskipun pahit, harus dijadikan spirit pemicu perubahan.
  5. Terjadi stagnansi dalam kebudayaan akibat terhentinya proses kreatif di masyarakat kita.
  6. Harus terus mendorong reorientasi kebudayaan yang kontekstual dan fungsional.
  7. Saatnya generasi muda lebih dominan, progresif, dan agresif membicarakan kebudayaannya.
Pengurus BP MAS, berdialog dengan pegiat seni Sasak
Semakin malam diskusi semakin seru
Para aktivis muda MAS yang hadir dan ikut meramaikan dialog

Kegiatan diskusi diawali dengan permainan musik cilokaq Sanggar Cilokaq binaan MAS “Care Bangket” Desa Jelantik yang menyanyikan tembang tentang keselamatan berlalu lintas dan nasihat-nasihat sebagai orang tua, selain juga sesi berpantun. Ketua BP MAS, Drs. Lalu Bayu Windia, M.Si. mendorong teman-teman seniman untuk segera menyusun desain kegiatan yang komprehensif untuk kemudian dicarikan mitra yang strategis (ial).

Bagikan ke Media Sosial anda:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *