TARI TANDANG MENDET

Tari Tandang Mendet merupakan salah satu tarian yang berasal dari Pulau Lombok. Tarian ini biasanya dipentaskan oleh masyarakat Desa Sembalun Bumbang, Lombok Timur dalam upacara adat Ngayu-ayu. Tarian ini dianggap sakral, dengan sarat makna, misteri dan menyimpan banyak filosofi. Masyarakat adat Desa Sembalun Bumbang percaya bahwa, jika tarian ini tidak dipentaskan lagi dalam waktu yang lama, maka dapat mendatangkan bencana yang akan melanda desa mereka. Umumnya pula, pementasan dalam upacara adat ngayu-ngayu ini hanya dilaksanakan dalam kurun waktu 3 tahun sekali. Sebenarnya, tarian tandang mendet bertujuan untuk mengucapkan rasa syukur atas keberhasilan masyarakat memperjuangkan dan mempertahankan bibit padi dari serangan hama, dan peperangan melawan jin-jin jahat. Dengan keberhasilan masyarakat tersebut, pada tahun 1428 diadakanlah sebuah tarian atas rasa syukur oleh Pembekel (pemimpin adat Sembalun) yang kemudian dinamakan “Tarian Tandang Mendet”.

Para pemuda Sasak sedang menari Tandang Mendet di Sembalun Lombok Timur

Pertunjukan tarian Tandang Mendet ini biasanya diperagakan oleh tujuh orang laki-laki, masing-masing dari para penari akan membawa tombak. Tujuh orang penari laki-laki tersebut melambangkan tujuh pasang suami istri yang pertama kali tinggal di Desa Sembalun Bumbang dulunya. Sisi uniknya, penari tandang mendet ini harus berasal dari keturunan dari tujuh pasangan suami istri yang pertama kali tinggal di Desa Sembalun Bumbang. Jika dilihat dari bentuk dan strukturnya, Tari Mendet akan meliputi gerak, musik, kostum, tata rias, dan properti. Sedangkan struktur acara dari Tari Mendet meliputi bagian pembuka, isi dan penutup. Gerakan yang terdapat pada tarian ini memiliki makna kegagahan, kewibawaan, dan kerapian dengan ditambah keterampilan para penari, membuat upacara ini terlihat menarik dan berkesan. Musik dalam tarian ini memiliki nilai estetis, iringan vocal yang disebut Tembang pangkur yang dinyanyikan seorang laki-laki memberikan pengaruh sangat penting dalam mengiringi para penari karena dapat mempengaruhi penari menjadi lebih dalam untuk mengekspresikan gerakan-gerakannya.

Berbeda dengan tarian Sasak yang lain, para penari Tari Mendet ini tidak merias wajah mereka, artinya para penari tandang mendet memeragakan tarian ini dalam keadaan wajah yang bersih. Ini disebabkan karena tujuan utama dari tarian ini adalah untuk bersyukur dihadapan Tuhan yang maha kuasa. Seluruh property yang digunakan dalam tarian ini adalah property asli, seperti pedang dan tombak. Kedua property ini terbuat dari besi dan kayu. Para penari yang memerankan tarian ini membawakan gerakkan-gerakan tari sesuai dengan perannya masing-masing, dengan iring-iringan musik tradisional mereka mampu menari dengan kompak, disitulah letak nilai etis yang terdapat dalam tarian tandang mendet ini. Tari Mendet merupakan salah satu tarian tradisional Lombok yang perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah maupun masyarakat agar tetap eksis sampai saat ini. Sudah semestinya menjadi tugas kita sebagai generasi millennial untuk menjaga tradisi-tradisi semacam ini agar tetap lestari di tengah-tengah masyarakat.

(Sandy Vitra Nugraha)

Sources : https://sasakpedia.com/budaya/tradisi-sakral-tari-tandang-mendet-di-pulau-lombok/ (retrieved on 27, December 2019, 00.20)

Sumber Foto: https://web.facebook.com/ayokemataram/photos/pcb.316343878709483/316342602042944/?type=3&theater

Bagikan ke Media Sosial anda:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *