MENJADI SASAK 4.0: ORIENTASI BARU DI PENGHUJUNG TAHUN

Narmada (22/12). Majelis Adat Sasak (MAS) selenggarakan silaturrahmi pengurus dan dialog penghujung tahun dengan tema “Menjadi Sasak 4.0”. Ratusan pengurus MAS sejak pukul 08.00 mulai berkumpul di Gedung Seni Budaya Lombok Barat, Narmada.

Pendandatanganan Nota Kesepahaman antara MAS dengan BKKBN NTB oleh Drs. Lalu Bayu Windian, M.Si. dengan Dr. Lalu Makripudin, M.Si.

Kegiatan seilaturrahmi dan dialog yang diselenggarakan oleh Badan Pelaksana (BP) MAS ini sekaligus menandai dimulainya hubungan kerja sama MAS dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Nusa Tenggara Barat, sesuai Nota Kesepahaman antara kedua institusi tersebut. Ketua BP MAS, Drs. Lalu Bayu Windia, M.Si. dalam wawancara menyatakan bahwa segala urusan rakyat adalah kebudayaan dan menjadi ranah kerja MAS, terlebih urusan kependudukan.

Ketua BP MAS juga menambahkan pentingnya memiliki strategi pembangunan kebudayaan. Secara rinci, semuanya telah termuat dalam teks Piagam Gumi Sasak yang pertama kali dideklarasikan akhir 2016 silam. Hari ini, dibacakan kembali oleh salah seorang tunas muda Sasak sebagai simbol bahwa khasanah kebudayaan Sasak juga urusan generasi milenial. Bayu menambahkan, pada acara silaturrahmi akbar hari ini kami tegaskan tentang pelibatan generasi muda, baik sebagai pengisi acara maupun dalam bentuk tema dan fitur-fitur yang ditampilkan. Bahkan pembukaan acara secara simbolis dilakukan oleh dua penulis Sasak milenial Arfi dan Imam, siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Lombok Timur yang juga merupakan kontributor di jurnal ilmiah terbitan MAS.

Ghalih Mulawarman, siswa SMAN 1 Mataram, membacakan naskah Piagam Gumi Sasak

Pemucuk Wali Paer MAS, Drs. H. L. Mudjitahid dalam sambutannya terus mengingatkan penguatan identitas kebudayaan sebagai solusi berbagai permasalahan pembangunan. Mantan Bupati Lombok Barat dan Walikota Mataram ini menceritakan bagaimana pandangan itu terbukti semasa kepemimpinannya yang disebutnya sebagai pembangunan masyarakat berbasis kearifan lokal. Setiap pemimpin di daerah sebaiknya sadar akan pentingnya hal tersebut, tutupnya.

Pemucuk Wali Paer, Drs. H.L. Mudjitahid memberikan pandangan tentang kepemimpinan daerah berbasis kearifan lokal

Dalam sesi dialog, Kepala Kantor Perwakilan BKKBN NTB, Dr. Lalu Makripudin, M.Si. memberikan pemaparan tentang data dan fakta kependudukan yang dihadapi masyakat Sasak beserta tantangannya. Ia juga menyebutkan pentingnya keterlibatan MAS. Baginya kepedulian representasi masyarakat adat Sasak ini menumbuhkan optimisme menyongsong visi Generasi Emas NTB (GEN) di tahun 2025. Makripudin meyakini berbagai persoalan kependudukan akan dapat terurai melalui pembangunan kebudayaan.

Kepala BKKBN NTB, Dr. L. Makripudin memaparkan fakta-fakta kependudukan NTB

Setelah pertunjukan kesenian dari Sanggar Tari Sak-Sak Dance, pemateri kedua, Lalu Hayan Ul Haq, M.A., Ph.D. menyampaikan paparan berjudul “Strategi Pengembanan Kebudayaan: Permasalahan dan Tantangan dalam Industri 4.0 dan Society 5.0”. Dosen Universitas Mataram yang ahli di bidang Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) ini menyampaikan beberapa substansi terkait dignity (jati diri) orang Sasak, permasalahan sosio-kultural yang ada, peta kebudayaan global, dan sketsa strategi pembangunan kebudayaan Sasak di masa depan. Di sela-sela dialog, MAS juga menampilkan kesenian cilokaq dan gamelan sebagai pengisi acara.

Koordinator Dewan Cendikia, Lalu Hayan Ul Haq, Ph.D. berikan orientasi strategi kebudayaan Sasak

Dalam kesempatan yang sama, MAS juga meluncurkan secara resmi platform publikasi dan literasi online www.majelisadatsasak.org dan epustakamas.majelisadatsasak.org. Layanan online tersebut, selain sebagai media informasi dan publikasi, juga platform terbitan ilmiah dan populer tentang kebudayaan Sasak, yaitu Jurnal Durus dan Jurnal Sasaklore, jelas Dr. Lalu Ari Irawan, Wakil Sekjen MAS. Kedua jurnal tersebut kami harapkan dapat mendorong bertumbuhnya literatur tentang Sasak. Ini kami hajatkan untuk dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh sekolah dan kampus serta kalangan profesional. Kami mengundang siapa saja untuk menjadi kontributor di platform literasi MAS, pungkasnya.

Peluncuran Wesbite dan Open Journal System MAS oleh Pemban Adat Gumi Sasak, Drs. H.L. Azhar

Sebagai acara pamungkas, Koordinator Dewan Pakar MAS, Drs. H. Lalu Agus Fathurrahman meluncurkan Kalender Rowot Sasak tahun 2020. Dalam narasi disebutkan bahwa kelahiran kembali kalender ini adalah wujud kesadaran kultural generasi muda Sasak untuk mempelajari kebudayannya sendiri. Sejak 2014, Lembaga Rowot Nusantara Lombok secara rutin menerbitkan kalender tradisi ini (ial).

Kalender Rowot Sasak 2020 diluncurkan oleh Koordinator Dewan Pakar MAS, Drs. H. L. Agus Fathurrahman & Direktur Rowot Nusantara Lombok, Dr. L. Ari Irawan
Ratusan pengurus MAS bersilaturrahmi dan berdialog
Ragam busana adat harian dalam kegiatan MAS
Penyampaian do’a oleh L. Abdurrahim, M.H., Koordinator Departemen Ritual dan Tradisi
Bagikan ke Media Sosial anda:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *