Warige

Warige adalah system kalender sasak yang cukup unik karena penetapan tangalnya yang menggunakan peredaran bintang (Pleiades.) Warige digunakan dalam konteks kegiatan pertanian dan ritual budaya dan sebagai rujukan dalam penentuan waktu yang tepat atau waktu yang tidak tepat, waktu baik atau waktu yang kurang baik dalam penentuan aktivitas masyarakat Sasak.

Setiap kelompok suku atau bangsa pada umumnya mengenal suatu cara penentuan waktu atau sistem penanggalan. Demikian halnya dengan suku Sasak. Sistem penanggalan Sasak pada dasarnya mengikuti sistem penanggalan Hijriyah dan sistem penanggalan tersendiri yang dikenal dengan istilah warige. Sistem penanggalan Hijriyah digunakan sebagai dasar dalam pelaksanaan ritual-ritual keagamaan, seperti penentuan bulan puasa, penentuan idhul fitri dan idhul adha. Adapun dalam konteks kegiatan pertanian dan ritual budaya digunakan sistem Warige.

Warige pada dasarnya bukan sekedar sistem penanggalan biasa, melainkan juga sebagai suatu rujukan dalam penentuan waktu yang tepat atau waktu yang tidak tepat, waktu baik atau waktu yang kurang baik dalam penentuan aktivitas masyarakat Sasak. Aktivitas tersebut meliputi mulai dari kegiatan keagamaan, kebudayaan, pertanian dan kegiatan penangkapan ikan di laut. (Mahrup, dkk., 2012, Pengenalan “Warige” Pada Bidang Iklim)

Penetapan tangal dan bulan dalam kalender tradisional suku Sasak cukup unik karena menggunakan peredaran bintang. Adapun bintang yang dijadikan sebagai pedoman penetapan waktu dalam kalender tersebut adalah bintang Pleiades. Gugus bintang yang terdekat dengan bumi ini  disebut oleh masyarakat Sasak sebagai Bintang Rowot. Selain bintang Rowot, masyarakat Sasak juga menggunakan rasi bintang lain seperti Bintang Waluku (Tenggala), Bintang Pari (laying-Layang), Kokoq Rara dan lain-lain sebagai pelengkap. Namun demikian Bintang Rowot adalah rasi bintang paling penting dalam penanggalan Warige.

Munculnya bintang Rowot dijadikan sebagai patokan menentukan tanggal 1 (saq) bulan 1 (saq) dalam kalender Suku Sasak. Namun demikian, karena Bintang Rowot tidak mudah dipantau, maka dalam praktek perhitungan penanggalan berikutnya digunakan penanggalan Hijriyah. Penanggalan Hijriyah sendiri memiliki arti penting dalam masyarakat Sasak, terutama dalam penentuan waktu-waktu ritual Ibadah. Masyarakat Sasak memberi nama yang cukup unik pada bulan-bulan kalender Sasak dikaitkan dengan penanggalan Hijriyah, sebagaimana disajikan dalam tabel berikut:

Nama Bulan Sasak Nama Bulan Qamariah
Bubur Putik Muharram
Bubur Beak Safar
Mulud Rabi’ul Akhir
Suwung Penembeq Rabi’ul Akhir
Suwung Penengaq Jumadil Awal
Suwung Penutuq Jumadil Akhir
Mi’raj Rajab
Roah Syaban
Puase Ramadhan
Lebaran Nine Syawal
Bulan Lalang Zulka’idah
Lebaran Mame Zulhijjah

(Tim Lembaga Rowot Nusantara Lombok, 2014, Mengenal Kalender Rowot Sasak)

Beberapa peristiwa penting dalam masyarakat Sasak yang ditetapkan dengan menggunakan sistem warige adalah penentuan musim atau penande mangse, yang terdiri atas mangse ketaun (musim penghujan)dan kebalit (musim kemarau). (Tim Lembaga Rowot Nusantara Lombok, 2014, Mengenal Kalender Rowot Sasak). Penentuan musim ini sangat penting bagi masyarakat Sasak yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Melalui pengenalan musim dari membaca bintang Rowot, akan dapat ditentukan kapan waktu mulai menyemai benih,membajak sawah, beroros (membersihkan saluran air), selamat reban. Selain itu sistem warige juga digunakan untuk membantu kegiatan di laut oleh para nelayan. Melalui bantuan pembacaan bintang Rowot dapat direncanakan kapan akan mencari jenis ikan tertentu di tempat (laut) tertentu. Meramalkan turunnya hujan, kadar angin serta tinggi gelombang. (Bahri, 2018, Almanak Sasak dan Urige Toak).

Warige tidak bisa dibaca oleh semua orang. Hanya tokoh masyarakat tertentu yang dapat membaca Warige. Pada masyarakat Lombok Selatan tokoh pembaca warige disebut sebagai kyai, dan di Lombok Utara disebut dengan Lokaq.  Kyai dan Lokaq memiliki fungsi sebagai penguasa kosmos atau kedaulatan spiritual untuk suatu wilayah. (Tim Lembaga Rowot Nusantara Lombok, 2014, Mengenal Kalender Rowot Sasak) (zulfikri).

Referensi :

Bahri. 2018. Almanak Sasak dan Urige Toak.  Pusat Studi Dan Kajian Budaya Prov. NTB: NTB.

Mahrup, dkk. 2012. Pengenalan “Warige” Pada Bidang Iklim. Penerbit Arga Puji Press: Lomobok.

Tim Lembaga Rowot Nusantara Lombok, 2014, Mengenal Kalender Rowot Sasak, Penerbit Lembaga Jenius: Gomong Lama Mataram.

Bagikan ke Media Sosial anda:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *