PERTAMA DI INDONESIA, LOMBOK AERO PARK

Mataram (13/12). Jum’at pekan ke-2 Desember 2019 akan menjadi hari bersejarah untuk Mataram. Angkasa Pura Support (APS), anak perusahaan Angkasa Pura, mengadakan syukuran sebagai tanda dimulainya proses alih fungsi dan pengembangan sebagian lahan eks Bandara Selaparang menjadi sebuah destinasi wisata Lombok Aero Park. Dalam sambutannya, Dirut APS, Iwan Hartawan mengatakan bahwa konsep ini adalah yang pertama ada di seluruh wilayah Indonesia. Desain bisnisnya adalah one-stop-tourism di mana setiap pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai layanan. Di kawasan ini akan menjalankan beberapa bisnis, seperti gedung untuk MICE (Meeting, Incentive, Convention, & Exhibition), pusat kuliner, wahana bermain, museum kedirgantaraan, arena balap motor (road race), co-working space (penyewaan ruang kerja), replika kampung adat, toko suvenir khas Lombok, dan sebagainya. Kami berharap, di sini akan menjadi pusat belajar masyarakat tentang kedirgantaraan sekaligus tempat rekreasi, penyelenggaraan berbagai event pesta perkawinan dan lain-lain, ungkapnya optimis. Iwan juga menyampaikan bahwa kegiatan syukuran ini dimulai pagi tadi dengan meminta do’a sekaligus pemberian santunan kepada 50 anak yatim-piatu sebagai ikhtiar mendapatkan kelancaran selama proses persiapan infrastruktur bisnis yang akan dibangun.

Pemucuk MAS, H.L. Mudjitahid menghadiri syukuran dimulainya proyek pengembangan Lombok Aero Park

GM Bandara Internasional Lombok, Jati dalam sambutannya menyampaikan bahwa ini akan menjadi bisnis penunjang bagi program pembangunan KEK Super Prioritas Mandalika Resort di Lombok Tengah, yang akan menempati tidak kurang dari sepertiga luas keseluruhan lahan yang dimiliki PT. Angkasa Pura. Ia juga menambahkan bahwa proses alih fungsi ini tidak akan mengubah wajah eks Bandara Selaparang secara keseluruhan, namun akan ada perbaikan dan peningkatan fasilitas guna menunjang bisnis yang akan dijalankan PT. APS. Yang terpenting, pengembangan ini akan menjadikan segala bangunan dan infrastruktur yang ada menjadi museum sehingga tidak hilang dari ingatan kolektif masyarakat. Kami tentunya tidak ingin area ini dilupakan seperti yang terjadi di area eks bandara di wilayah Kemayoran. Rencananya, Lombok Aero Park akan difungsikan per tanggal 20 Desember 2020, tandasnya.

Mewakili Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat, Baiq Eva Nurcahyaningsih, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi NTB mengungkapkan kegembiraannya atas rencana yang akan dilakukan di area eks Bandara Selaparang. Pemerintah siap membantu proses sosialisasi rencana ini ke publik, terutama kepada warga lingkar bandara yang terakhir beroperasi di tahun 2011 silam. Ia optimistis bisnis ini akan disambut baik oleh masyarakat NTB, khususnya warga Kota Mataram.

Asisten I Pemprov NTB, Baiq Eva Nurcahyaningsih memberikan sambutan mewakili Gubernur NTB

Menghadiri kegiatan tersebut, Pemucuk Wali Paer Majelis Adat Sasak (MAS), yang juga pernah menjadi kepala daerah di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, menyatakan inisiatif ini sangat baik dan setelah beroperasi akan memberikan nilai keekonomian yang menguntungkan bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa dengan adanya layanan MICE, masyarakat akan memiliki alternatif tempat menyelenggarakan berbagai kegiatan, terutama pesta resepsi perkawinan. Masyarakat kadang harus rela mengantri cukup lama untuk dapat menyewa gedung pertemuan yang representatif, imbuhnya. Apalagi lahan ini memiliki panorama yang sangat indah dengan pemandangan pegunungan di arah utara.

Kegiatan ini juga dihadiri Komandan Lapangan Udara Zainul Abdul Madjid (ZAM), Danramil, Kapolsek, dan Wasekjen Majelis Adat Sasak. Setelah penanda tanganan prasasti sebagai tanda dimulainya proyek pengembangan oleh PT. APS, seluruh undangan diajak berkeliling ke area landasan pacu dan mengikuti sesi foto bersama di tapal batas area yang akan dikelola PT. APS.

Bagikan ke Media Sosial anda:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *