ORANG DAN TANAH SASAK BERWAJAH “PEREMPUAN”

Oleh: Drs. Lalu Bayu Windia, M.Si.

Penelitian terhadap sikap budaya sebuah suku, bisa menghasilkan kesimpulan yang beda. Berikut hasil penelusuran saya tentang posisi “perempuan” Sasak, NTB.

Seperti judul tulisan diatas, tanah sasak dan landskap budayanya berwajah perempuan. Dimulai dari legenda yang hidup, Puteri Mandalika dan Dewi Anjani adalah sosok perempuan. Itu legenda. Faktualnya? Tokoh-tokoh yang melegenda, juga banyak perempuan. Beberapa yang dapat disebutkan : Dinde Tanauran dari Pujut, mengusir pendatang berniat buruk dari tanah adatnya. Dinde Bini Ringgit dari Sakre, dikenal sangat keras menentang kezaliman, Dinde Jonggat, seorang tokoh sufi perempuan dari Bonjeruk, tokoh yang disegani oleh kaum perempuan maupun laki-laki. Inaq Tuan Sahmin, dari Dusun Empol, dekat Gerung, juga seirang Sufi yg dihormati, dan tokoh lain-lainnya. Dua tokoh yangg disebutkan terakhir, saya pernah berjumpa dengannya. Jadi bukan legenda atau dongeng, melainkan fakta.

Pada konteks keekonomian, pembagiannya juga jelas. Di desa-desa yang sempat saya amati, aset tetap seperti sawah, kebun atau pekarangan, dikuasai laki-laki. Aset berupa rumah, dikuasai perempuan. Lumbung padu dengan seisinya, juga mutlak dibawah kuasa perempuan. Logistik dikuasai perempuan. Dalam penyebutan dan istilah, seorang isteri dikalangan orang Sasak, disebut sebagai “epen bale“, artinya: “yang empunya rumah.”

Bahwa banyak masalah-masalah perempuan di kalangan orang Sasak, saya sependapat bahwa isu sosial budaya, harus diseret dari isu pinggiran menjadi isu sentral dalam perumusan kebijakan. Tapi  tulisan-tulisan tentang perempuan Sasak,  yang pernah ada, menggambarkan seakan-akan perempuan Sasak paling menderita sejagat, paling lemah, buruk, dan semua predikat negatif lainnya. Sebuah pandangan pesimistis tingkat tinggi. Saya melihat ada potensi kekuatan pada perempuan Sasak yang dikuatkan dengan kultur yang memuliakan perempuan dalam kebudayaan Sasak.

Bagikan ke Media Sosial anda:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *